Jumat, 17 Desember 2010

Telepon genggam dan sejarahku


Teringat pertama kali ketika aku megang telepon genggam atau mobile phone atau di Indonesia yang popular dengan nama handphone yakni pada awal tahun 2005. Aku masih SMP kelas 3 dan bersiap untuk menghadapi UAN aku malah dapat kejutan telepon genggam pertamaku dari ayah. Ya.. meskipun lungsuran atau bisa disebut second karena bekas dipakai ayah dan ayah beli lagi namun aku suka hape (bahasa lain dari telepon genggam) pertamaku. Berlabel nokia 5110 hape yang masih punya antenna di luar ini adalah hape satu-satunya di di hidupku yang merasakan pulsa di sim cardnya sampai ratusan ribu karena memang waktu itu belum ada teman sms apalagi telepon. Berbekal kartu perdana simpati yang juga berharga ratusan ribu aku mulai menggunakan hape itu. Masih ingat di daftar kontak hanya ada nama ayah dan temen dekatku, hahaha ternyata hanya ada 2 kontak nama.



SMA kelas X aku ganti hape (namun bukan baru), lungsuran lagi dari ayahku karena beliau beli hape baru lagi dan hapenya yang lama kupakai. Masih setia dengan nokia namun hanya sedikit canggih sedikit karena antenna sudah di dalam dan fitur gamenya agak banyak dari sebelumnya,hahaha yakni nokia 3315. Ini hape di awal SMA, meskipun ini termasuk hape jadul di masa itu karena hape teman-temankiu ternyata sudah banyak yang berwarna namun aku tetap suka dengan hape itu karena dengan kelebihannya yakni batre awet dan tahan banting. Tapi dibalik itu semua.. dari hape ini aku menemukan sahabatku satu lagi, kenal dari pengalaman yang memang unik dan akhirnya bersahabat hingga sekarang. Dulu kita sering sms an, tapi dasar memang operator simpati itu mahal maka pulsa 20ribu sudah habis dalam waktu kurang dari seminggu (boros,red). Jadi pas kalau akhir bulan hape kita pasti tidak ada pulsanya karena jatah uang jajan mepet maklum waktu itu pulsa 20 ribu suah termasuk hal yang sangat mewah. Shit! Sampai sekarang pun aku tak bisa melupakan janji-janji ku dengan sahabat terbaikku itu. Sekarang dia sudah memilih pasangan hidupnya dan sekarang tinggal aku untuk mendapatkan pasangan hidupku,hahahaha


Di akhir kelas X hapeku ganti menjadi nokia 3530 (hape warna dan poliponik pertama keluaran nokia), sungguh senangnya hatiku mendapatkan hape itu karena ada fitur onlinenya. Langsung tak ku sia-siakan untuk mendownload beberapa game terbaru karena waktu itu memang internet indosat terutama im3 sedang bocor alias gratis (simPATI aku duakan,hahaha). Tak ayal situs-situs wapsite kujelajahi semua beberapa yang masih kuingat tokeikedai.wen.ru ; waptrick.com dan yang lain aku lupa.






Kelas XI aku ganti hape lagi, namun tidak ke peningkatan tapi penurunan konten yang ada di hape, dikarenakan hape 3530 ku rusak gara-gara ciuman ma jalan raya terus layarnya pecah. Kontan saja aku ganti hape yang agak murah namun masih bisa dipakai yakni nokia 2600. Harga murah karena beli second di konter daerah Juwana (20km ke barat dari Rembang). Nothing special about this mobile phone tapi aku suka dengan game bounce di hape ini dengan cheat jadi tak bisa mati,hohoho. Kalau gag salah cheat game bounce di nokia tu tekan 123456787898 ketika sudah akan main maka ketika kamu kena duri balonmu tidak akan meletus.



Akhir kelas XI tepatnya beberapa hari akan berangkat ke Bali untuk piknk SMA aku bertukar hape dengan ayah dan untuk kali pertama aku menggunakan hape non pabrikan nokia aku beralih ke sony ericsson K508i. gara-gara aku ingin mengabadikan moment di bali dengan kamera hape maka aku pinjam hapenya ayah (pinjam untuk selamanya) kareran waktu itu tustel keluarga rusak. Ini hape yang menurutku paling aku suka karena hape sony ericsson itu terkenal dengan jaringan internetnya yang cepat dan akses game yang lancer sehingga aku kembali berselancar dengan dunia maya kembali dan mengenal opera mini untuk pertama kali. Maka dunia per-chattingan via hape pun aku kenal , pertama aku mig33 kemudian mxit. Banyak hal dibalik dunia mig33 ini karena aku mengenal banyak orang, sempet renggang hubunganku dengan sahabatku karena salah paham, kompak dengan teman sekelas gara2 fitur kick user. Saying hape yang aku sukai itu rusak terkena air hujan sehabis pulang dari rumah sakit untuk mengambilkan air panas untuk ayah yang sedang di rawat di rumah sakit.


Sempat hampir satu bulan aku tidak punya hape, aku disuruh beli hape oleh ayahku agar ketika aku sedang main atau kemanapun bisa dipantau. Aku pun langsung ke konter dan pilihanku jatuh di hape yang tergolong baru di kancah jual beli hape yakni ber-merk LG KG300. Hape ini lemot tapi aku bangga karena aku beli dengan uang sendiri, tampilan hardware hape ini begitu elegan, software hape ini pun sekarang mirip dengan hape-hape keluaran china dan korea yang lain. Bisa menampung memori hampir 4GB ini lah yang aku suka. Hape inilah yang sampai sekarang aku pake dan masih utuh (kecuali keypadnya yang sudah mreteli) padahal ini hape aku beli pada januari 2008 dan hamper tiga tahun aku menggunakannya (hape terlama dalam hidupku).


Ketika kuliah hape LG ku tidak pernah sendirian karena selalu kupasangkan dengan hape yang lain karena aku memiliki dua nomor yakni nomor simpati dan nomor im3, kubedakan antara privat dengan umum agar bisa terbagi dengan baik. Pacar hape LG ini pun ganti-ganti (padahal yang punya aja setia,…..) dimulai dari nokia 2600, Siemens c55, dan yang terakhir nokia 3310.




Satu hal yang pasti ketika aku memiliki handphone/mobilephone/telepon genggeam/ telepon selular/ hape ini adalah terjalinlah sebuah hubungan teman, sahabat, dan keluarga. Banyak teman karena hape dan banyak relasi pun karena hape. Ada dua temanku yang hingga sampai saat ini aku belum pernah berjumpa dengannya, yang pertama aku kenal sejak kelas 3 SMP (kenal lewat sms) dan yang 1 lagi kenal lewat mig33 (waktu kelas XII). Hingga saat ini pun kami masih berhubungan baik lewat hape maupun lewat jejaring social.

1 komentar:

Poskan Komentar

terima kasih telah memberikan sedikit celoteh di blogku :)

© TomiKur niawan sejak 2008 | desain pola oleh Tomikur